• Blockquote

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Kondisi Bisnis Krisis CashFlow, Apakah Marketing Terus dilanjutkan?? | Ridwan Firdaus

Kamis, Februari 04, 2010 0 komentar

Kondisi Bisnis Krisis CashFlow, Apakah Marketing Terus dilanjutkan??
this article on the Street Smart Marketing | posted by Ridwan

Pernahkah anda mengalami kondisi kemunduran usaha yang cukup signifikan. Ditandai dengan omset penjualan menurun dan arus kas (cashflow) cukup mengenaskan. Lalu langkah apa yang lazimnya biasa diambil oleh kita sebagai pemilik bisnis?? Biasanya sih rata-rata memangkas biaya bujet marketing. Coba anda pikir secara logika, bisnis anda harus tetap eksis, karena anda telah terlanjur memiliki karyawan cukup banyak dan harus dibayar.Atau juga Anda memilih untuk mengurangi jumlah karyawan kedepannya untuk memangkas biaya. Lalu bagaimana dengan biaya telpon, biaya listrik, biaya operasional lainnya ditambah biaya modal untuk membeli bahan baku untuk melanjutkan putaran bisnis anda?? Tidak punya pilihan lain, anda sebagai pemilik bisnis harus menanggung resiko untuk membiayai semuanya. Dan untuk kedepannya tentu mulai fokus dengan penghematan di semua lini

Yang lain bisa di hemat, tapi untuk biaya bujet marketing, biaya pasang iklan cenderung para pemilik bisnis mengambil keputusan untuk di stop!! dulu. Mungkin anda berpikir bahwa pasang iklan atau aktivitas marketing lainnya dianggap suatu pemborosan. Pasang iklan di beberapa media atau brosur , tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Pada masa-masa sulit seperti ini, untuk memangkas biaya marketing ini adalah pilihan terbaik untuk mempertahakan tingkat keuntungan. Sekilas jika dihadapkan situasi demikian, seperti Anda memilih keputusan yang benar namun sesungguhnya Anda telah mengambil keputusan yang keliru.

Pengalaman dari beberapa pemilik bisnis yang di survey di American Business Press ditambah saya pernah mengalaminya…hehehe :)
Ternyata ketika memberhentikan iklan atau aktivitas promosi akhirnya omzet bisnis saya juga cenderung ikut-ikutan berhenti. Atau setidaknya bisa kembali pulih tapi butuh waktu, tenaga yang cukup banyak di keluarkan.

Menurut Om Bob Bly pakar Direct Marketing beliau berpendapat :

“Anda bisa menurunkan biaya operasional hingga memenuhi batas minimal tetapi jika anda fokuskan perhatian pada peningkatan pendapatan tentunya dapat meningkatkan omset bisnis hingga tidak ada batasnya. Kenaikan yang tajam pada pendapatan adalah cara tercepat untuk memperbaiki kondisi Bisnis dan Pemasaran adalah salah satu cara untuk mengaktifkan kembali penjualan bisnis Anda.”

Ada juga yang mengatakan begini :

“Jika Anda berhenti menjual pada pelanggan Anda hari ini, maka mereka akan berhenti membeli dari Anda selamanya.”

Jadi solusinya menurut Om Bob Bly , hal utama yang perlu diperhatikan Pada saat kondisi bisnis memburuk, tingkatkan waktu Anda untuk melakukan aktivitas pemasaran dan kalau bisa mencari pelanggan baru. Dan Untuk mencegah menurunnya kondisi bisnis, maka Anda sebaiknya terus melakukan kegiatan Marketing secara konsisten dan agresif sepanjang tahun, setiap minggu, tidak hanya pada saat Anda dihadapkan masalah seperti ini.

Lalu bagaimana melakukan aktivitas marketing paling efektif pada masa resesi?? Mau tahu jawabannya???
Mau tahu..aja.. (kita tunggu iklan yang lewat satu ini :) )

Ridwan

Berburu Spanduk Promosi

0 komentar

Ternyata tidak gampang untuk mendapatkan spanduk dari operator seluler. Butuh sedikit strategi dan pendekatan yang berbeda.


Mendapatkan spanduk dan poster operator seluler sebagai bahan promosi dan pengenalan kios anda, mungkin gampang, apabila lokasi kios berada di pinggir jalan besar, kalau masuk ke dalam gang pun, mungkin hanya sekitar 5 meter dari gerbang. Tapi tidak buat kami, mengingat lokasi kios kami yang berada didalam gang berbelok (sekitar 50 m). Yang sama sekali tidak dilalui oleh sales canvasser untuk produk seluler, yang lewat hanyalah gerobak sayur, gerobak makanan ringan, tukang jamu gendong, odong-odong, tukang gorengan dan gerobang took material.


Menanyakan spanduk dan poster ke agen grosiran ditempat kami kulakan voucher pun selalu kami lakukan setiap kali kami berbelanja, dan jawabannya selalu, “maaf lagi kosong”.


Terlintas dibenak kami, apakah spanduk yang ada mungkin hanya untuk outlet yang belanjanya sampai berjuta-juta. Bukan untuk kami yang yang belanjanya paling-paling hanya sampai 1 juta. Yach, dengan modal seadanya kami mencoba membuka usaha ini meskipun setiap dua hari sekali kami harus buru-buru belanja voucher karena voucher dan saldo pulsa sudah menipis.


Spanduk dan poster yang kami pasang di kios sudah mulai kusam, dan robek-robek, harus segera diganti, tapi kemana ya?


Sampai pada beberapa hari yang lalu, kami mendapat ide untuk mengajukan langsung ke kantor operator seluler yang alamatnya dapat dengan mudah kami temukan di internet. Terus bagaimana?, apa harus mendatangi kantor operator seluler, terus bilang minta spanduk sama poster, apa mereka mau kasih?


Akhirnya, saya buat surat, dengan kepala surat kiosnaya dan lengkap dengan alamatnya, terus saya tujukan ke operator seluler XXXX, saya utarakan maksud dan tujuan, setelah selesai saya tandatangani, langsung saya fax. ke nomor Operator XXXX, sambil berharap semoga bisa mendapatkan balasan. Sehari, dua hari berlalu ternyata tidak ada balasan apa-apa.


Wah, bagaimana ini, apa harus telpon langsung. Sambil cari-cari di google, akhirnya mutusin ke websitenya operator Esia (www.myesia.com), disana saya menghubungi customer service Esia dengan format yang sama seperti yang saya kirimkan melalui fax sebelumnya. Sehari berlalu tidak ada balasan, dan di hari kedua ternyata ada balasan, dan dihubungkan ke Esia Area Jakarta Timur. Wah, senangnya hati ini bisa mendapat balasan dari Esia.


Selang beberapa hari, Spanduk sudah diantar ke kios kami dan tidak hanya 1 pcs tapi 5 pcs.



Terima kasih MyEsia.com !



(ini dia spanduknya)


Semangat!

nanang riyanto

www.kiosnaya0099.blogspot.com

Hp. 08176615619 / 021 940 90 613

Small Winning - Membuktikan the Law of Attraction

Jumat, Maret 06, 2009 0 komentar

Peristiwa Beberapa Hari Lalu 


Selasa, 3 Maret 2009 kemarin, Pagi hari menonton filmnya the Secret tentang The Law of Atraction. Berangkat kerja langsung mencoba praktek. Diawali senyuman sambil memikirkan betapa bersyukurnya hari ini, hari yang cerah, dan menetapkan keinginan bahwa hari ini semua kegiatan saya ingin, dan saya yakin bisa berjalan dengan lancar. Rencana Hari ini ke kantor Pajak dan kemudian ke Kantor Verena di Kelapa Gading, sambil melihat-lihat barang kali ada lokasi yang cocok dan strategis untuk berjualan pulsa.
 

Selama perjalanan, sambil membayangkan betapa hebatnya saya, mempunyai isteri yang cantik, baik, pengertian dan hebatnya lagi, sayalah yang memenangkan persaingan memperebutkan cinta isteri saya, itu terjadi 6 tahun yang lalu. Sungguh saya sangat gembira. 


Tidak lama, seorang pengendara motor memotong dari sebelah kiri, karena dia mau memutar arah. Terkejut dan ingin marah, tidak memberi isyarat untuk memotong jalan karena hal itu bukan hanya membahayakan orang lain tapi dirinya juga. Tapi, mengingat kembali tentang The Law of Attraction, maka rasa emosi, saya pertahankan, sambil berkata dalam hati, “Tidak apa-apa mungkin dia sedang terburu-buru, karena ingin segera ke rumah sakit, karena saudaranya sedang sakit. Maafkan, maafkan.”


Sampai di kantor pajak, langsung menuju ke bagian AR-nya untuk konsultasi tentang Laporan Pajak Tahunan, sambil menanyakan kelengkapan dokumen yang dilaporkan. AR yang satu ini memang terkenal dengan perilaku yang tidak mengenakkan, rada cuek, ketus (judes) dan sangat tidak bersahabat. Sudah saya buktikan beberapa waktu yang lalu ketika saya menanyakan tentang prosedur pembuatan Tax Clearance (Surat Keterangan Fiskal), bukan informasi yang saya dapatkan malah ucapan ketus, “Mas saya tidak bisa bantu cari AR yang lain saja”. Bukan sekali dua kali, tapi sering kail seperti itu. Saya juga heran kenapa orang seperti ini harus ditempatkan di bagian ini, bukannya di bagian Debt Collector aja. Setelah menanyakan beberapa hal dengan jawaban yang juga tidak mengenakkan, akhirnya saya keluar dari Kantor Pajak. Dan tetap di hati, saya berkata, “Tidak apa-apa, mungkin dia sedang mengalami hari yang buruk, atau sedang ada masalah. Saya harus menikmati hari ini, karena saya ingin hari ini segala kegiatan berjalan lancar dan saya yakin akan berjalan lancar.” ????

 
Dari Kantor Pajak saya menuju ke Kantor Verena di Kelapa Gading. Sampai di sana langsung menemui bagian BPKB, untuk menanyakan keringanan denda akibat keterlambatan yang jumlahnya lumayan. Karena kalau denda tidak dibayarkan, BPKB tidak bisa diambil. Awalnya Bp. G di bagian BPKB bersikukuh bahwa Verena tidak bisa memberi keringanan denda terhadap keterlambatan pembayaran. Saya coba memberikan beberapa alasan dan data-data pembanding. Tapi Bp. G tetap bersikukuh, dan mengatakan “Mas, itu kan di A, kalau di Verena ini tidak bisa.” Tapi dia memberi “titik terang”, “Coba Tanya di bagian Kasir barang kali bisa, kalau saya tidak bisa memutuskan karena saya hanya di bagian BPKB”, ujarnya. OK, saya bilang, untung saja, Kasirnya sedang sibuk, jadi saya menunggu sambil berdiri. Tidak lama kemudian Bp. G datang lagi, dan menawarkan diri untuk membantu. Di bawanya rincian denda saya. Tak lama kemudian dia kembali dan memberi tanda deretan yang saya mesti hitung dan bayar. Ternyata Nominalnya adalah 50% dari denda saya. Wow… Ternyata Law of Attraction terbukti. Akhirnya BPKB bisa saya ambil dengan harga yang hanya 50%.

 

Pulang dari Kelapa Gading, langsung menuju toko foto kopi, karena ada dokumen yang saya perlu gandakan. Sambil ngobrol-ngobrol dan menanyakan prospek penjualan pulsa di lingkungan sekitar foto kopi tersebut, karena kelihatannya tidak ada yang buka. 


Informasi yang saya dapat, pimpinan toko foto kopi tersebut sudah mencoba membuat Kios Pulsa kecil-kecilan, tapi tidak beroperasi, karena karyawan yang ditugaskan kabur entah kemana. Dan etalasenya pun masih ada di lokasi. Wah sepertinya ini peluang emas …, akhirnya saya minta nomor telepon pimpinannya. Dan Nantinya, kalau sudah sampai ke Kantor, saya akan hubungi dia. 


Sampai di Kantor, melapor ke Pimpinan, soal kejadian tadi di Kantor Verena, dan sisa 50% nya saya berikan kepadanya, tapi ternyata sisa dari dendanya di berikan kepada saya. Wow …. Lumayan bisa untuk menambah voucher pulsa buat di Kios nih.


Kemudian menghubungi pimpinan toko foto kopi, menyampaikan maksud untuk menyewa tempat penjualan pulsanya. Dia menyambut baik, cuma pada bulan 7 nanti ada karyawannya yang akan menjaga. Jadi, hanya sisa 3 bulan kurang. Wah ini kesempatan emas lagi untuk mencoba belajar berbisnis di situasi yang ramai dengan waktu yang relatif sedikit. Tertulis di dalam Qur’an sih, disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kata Orang yang Optimis sih, di Setiap Krisis pasti ada Peluang. Tapi dana dari mana, dan kalau pinjam, apa bisa dalam waktu 3 bulan kurang, bisa mengembalikan pinjaman. ”Kenapa tidak ! Kita coba dulu, baru kita tahu”, pikir saya menasehati diri saya sendiri.


Akhirnya tanpa basa-basi, langsung mengutarakan maksud di hari itu juga ke pimpinan untuk meminjam mobal, tidak terlalu banyak sih, Cuma dengan kalkulasi perhitungan yang sudah saya buat, insya Allah bisa saya pulangkan dalam waktu 3 bulan. Saya langsung diberikan cek dengan nominal yang saya minta. Wow ... small winning lagi nih. 


Pulang kantor dengan gembira, karena besok harus segera mencari tahu tentang sewa kios di depan foto kopi, pikirku dalam hati. 


Dan pada keesokan harinya setelah hari itu, saya sedang duduk bertatap muka dengan pimpinan fotokopi tersebut, mencoba bernegosiasi tentang sewa kios disana. 


Dan Alhamdulillah hari ini adalah hari kedua Kios Naya buka di sana. Doakan kami yach ! Thanks  




Semangat !!!
Kios Naya
Nanang Riyanto / 08176615619

Jl. Jengki Gg. Mawar Rt. 04 Rw. 09 No. 40
Cililitan – Jakarta Timur 

Apa sih yang lain dari Kios Naya ?

0 komentar

Ada yang baru yang kami tawarkan melalui Kios Naya ini. Kalau banyak di Counter-counter HP lingkungan sekitar rumah membedakan antara Harga Voucher Isi Ulang dengan Harga Pulsa Elektrik. Di Kios Naya, harga kami ratakan. Artinya baik untuk Voucher Isi Ulang maupun Pulsa Elektrik. Harga kami samakan. Tapi tentunya ada perbedaan antara operator satu dengan operator lainnya. 


Kami adalah pemain baru disini, dan kami pun baru mulai belajar membuka usaha sendiri. Cara ini kami gunakan, agar siapapun yang melayani pembeli tidak akan bingung dengan harga yang berbeda-beda. Hanya dengan memperhatikan Banner Harga yang dipajang, itu berlaku baik untuk Voucher Isi Ulang maupun Pulsa Elektrik. 


Keuntungan 

Keuntungan yang kami ambil  berkisar antara 500 - 1000 rupiah per item. Kami sengaja menurunkan harga sedikit dibandingkan dengan counter-counter sejenis. Karena untuk memperkenalkan diri kami kepada masyarakat dan pembeli kami. 


Strategi yang Kami Terapkan 

1.  Pemasaran dari Mulut ke Mulut

Setiap bertemu dengan siapapun, kami sempatkan berbincang-bincang sebentar. Sembari sedikit-sedikit kami kenalkan Kios kami. Dan responnya sangat baik. 

2. Promo Esia : "Beli Pulsa Elektrik 5 rb atau 10 rb akan mendapatkan kupon yang bila telah terkumpul 10 buah bisa ditukarkan dengan pulsa 5 rb, khusus Elektrik"



Ini kami lakukan hingga akhir 31 maret 2009, dan Responnya amat sangat baik. Bahkan ada yang membeli beberapa kali. dan kemarin sudah ada yang mendapatkan hadiah tersebut.


Semangat !!! 

Kios Naya

Nanang Riyanto / 08176615619

Jl. Jengki Gg. mawar Rt.04 Rw. 09 No. 40

Cililitan - Jakarta Timur 

   

Lokasi Baru, Harapan Baru & Usaha Baru

0 komentar

Pindah kontrakan ke lokasi yang baru didasarkan pada pertimbangan untuk sesegera mungkin memulai suatu usaha rumahan, itung-itung belajar berbisnis dari kecil-kecilan.  

Pada saat melihat lokasi, banyak orang yang melewati kontrakan ini, dan referensi dari beberapa tetangga di sekitar kontrakan-bahwa dahulu pernah digunakan untuk usaha salon dan berjalan hingga 4 tahun sampai pada akhirnya mereka mampu membuka kios di pinggir jalan raya, dekat sekolahan. 

Kontrakannya hanya terdiri dari dua rumah dan bukan dalam bentuk bedengan, beralamat di jl. Jengki gg. Mawar rt. 04 rw. 09 no. 40. Lantai bawah ada 1 kamar mandi dan 1 kamar tidur sedangkan di lantai 2 ada 1 kamar tidur. Biaya sewanya nggak jauh-jauh amat dari biaya sewa kontrakan kami sebelumnya, mengingat sebelumnya kami ngontrak di rumah petakan dengan 3 ruangan seharga 500 rb, disini kami menyewa dengan harga 700 rb sebulan. Cukup lumayan, buat kami yang belum mempunyai income lain. Rencananya lantai bawah akan kami gunakan untuk ruang tamu dan tempat usaha sedangkan lantai atas untuk kantor pribadi. 

Dikontrakan sebelumnya, jalurnya sangat sepi, tidak banyak orang yang lewat dan sudah ada tetangga yang berjualan. Rasanya tidak mungkin untuk memulai usaha rumahan dan kecil-kecilan di lingkungan tersebut. Walaupun cukup lama kami tinggal disana, hampir 3 tahun. Untuk menyewa kios, dengan harga sewa 7 juta – 8 juta setahun, rasanya belum cukup mampu untuk itu. Apalagi mesti dibayar selama 2 tahun. Rasanya masih jauh. Lagian belum berpengalaman dalam berwirausaha. Dan menurut pengamatan diri kami sendiri, ada bermacam-macam ide yang sekiranya bisa dikembangkan di dekat kontrakan yang lama pada waktu itu-walaupun seringkali didahului oleh orang lain-tapi ternyata ide itu tidak bisa berjalan lama. Paling lama bisa bertahan dalam 1 bulan. Berikutnya kios akan diganti dengan usaha yang lain.  


Nah, untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami, diawali dengan sesegera mungkin belajar memulai usaha, didorong oleh keinginan yang sangat kuat, maka kami putuskan untuk hijrah ke lokasi yang baru. Dengan penuh harapan dan doa semoga awal tahun 2009 ini, adalah awal untuk memulai kehidupan yang lebih baik, banyak target yang akan tercapai di tahun-tahun ini, banyak mimpi yang akan terwujud, dan banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk belajar berbisnis, yang kedepannya akan mewujudkan mimpi kami menjadi entrepreneur. 


Terprovokasi oleh blognya para member TDA, pak Roni founder TDA, pak Faif Yusuf, pak Hadi, pak Iim, Ibu Doris Nasution, Pak Mario Teguh, yang sampai saat ini komunitas tersebut masih menjadi angan-angan bagi kami, tapi segera mungkin kami harus bergabung dengan komunitas tersebut. Melalui blog-blog beliau-beliau kami mendapatkan hal-hal yang baru, yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya.  


Seminggu yang bulan lalu sejak tinggal di rumah yang baru tepatnya tanggal 9 Februari 2009, kami mulai membuka usaha KIOS VOUCHER ISI PULSA, yang kami beri nama KIOS NAYA (NAYA = kepanjangan dari NAnang riyanto dan siti rokhaYA). Doakan kami, semoga niat yang baik ini menjadi berkah, dan bisa membawa manfaat banyak orang banyak. Amin

Semangat !!! (kata-kata yang selalu kami ucapkan untuk menyemangati diri kami)

Nanang Riyanto

08176615619 

Kios Naya Tampil di Blog

Kamis, Maret 05, 2009 0 komentar

- Kios Naya Tampak Depan -



- Mama Siti (isteri) sedang semangat merapikan etalase -



Semangat !!!

Nanang Riyanto

08176615619

 
Kios Naya © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum